| Kaki Palsu Sugeng Membawa Sejuta Harapan |
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 23 August 2011 12:59 |
|
MOJOKERTO-Cobaan berat yang menimpa seseorang sering membawa hikmah bagi yang mengalaminya. Karena cobaan berat itu sesungguhnya bentuk kasih sayang Tuhan terhadap umatnya agar selalu mengingat-Nya, seperti yang dialami Sugeng Siswoyudono, 46 Tahun. “Sebenarnya Tuhan itu maha adil, karena Tuhan tidak akan memberikan cobaan bagi umatnya yang tidak mampu menerima cobaan itu. Tapi hikmahnya, setelah cobaan itu, saya bisa membuat kaki palsu untuk diri sendiri dan orang lain.” Begitulah perkataan Sugeng yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan.
Pria gondrong yang akrab dipanggil Komandan ini lalu berusaha mengingat kembali peristiwa kecelakaan sepeda motor yang menimpanya pada 1981 lalu yang menyebabkan kaki kanannya harus diamputasi sebatas lutut. Karena cobaan tersebut menimpanya ketika masih berusia sangat muda, kelas II SMA, ia sempat frustasi. Saat itu ia sempat kecewa kepada Tuhan dan tidak bisa menerima cobaan yang diberikan-Nya. Di tengah rasa frustasi tersebut, Sugeng kemudian terseret lagi di kehidupan ‘jalanan’. Minuman keras lalu menjadi pilihannya untuk menghilangkan rasa frustasinya. Setelah berjalan sekitar dua hingga tahun, ayah tiga putri ini baru menyadari kalau jalan yang telah ditempuhnya salah. Sugeng pun ’mengasingkan diri’ ke pondok pesantren di daerah Ngabar, Ponorogo. “Saya memang hanya mondok sebentar. Yang ada di pikiran saya saat itu, saya harus keluar dari pondok untuk segera bangkit kembali,” kenangnya. Selepas dari pondok itu, ia mencoba berwirausaha. Tak jauh-jauh dari kondisi yang dialaminya. Ia memilih membuat kaki palsu. Ternyata dari usaha tersebut, Sang Pencipta ‘menitipkan’ rezeki kepadanya. Kini Sugeng dikenal sebagai pembuat kaki palsu dengan harga yang cukup terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Workshop-nya berpusat di Jl Kauman III, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal, bernama “Than Must” (baca: Den Mas) Soegenk Mirtha Production. Ia saat ini memiliki 20 ‘pasukan’ yang membantunya membuat kaki palsu berbahan fiber. Awalnya, kaki palsu buatannya hanya untuk dipakai sendiri mengingat harga kaki palsu buatan pabrik cukup mahal. Namun, kemudian kemahirannya membuat kaki palsu ini justru menjadi pekerjaannya. “Programnya memang 1.000 kaki, tapi yang akan kami bikin tak hanya 1.000 kaki. Saat ini saja yang mendaftar melalui Metro TV sekitar 1.300 orang. Tidak tahu kapan selesainya, mungkin satu dua tahun baru selesai,” terangnya. Beberapa saat lalu Sugeng juga menyelesaikan 50 kaki palsu pesanan dari Pekan Baru, Bandung, Jogja, dan Semarang. by ristek.go.id |

